Artikel

SERANGAN DIPLODIA MELUAS, PETANI JERUK BERALIH TANAM SAYUR

08 November 2018 10:16:11  Administrator  251 Kali Dibaca  Berita Desa

BANGLI, BALIPOST.com – Serangan penyakit diplodia pada tanaman jeruk milik petani di Desa Daup, Kintamani kian meluas. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya produksi jeruk di desa setempat.

Saat ini sebagian petani jeruk yang merugi akibat adanya serangan penyakit diplodia, beralih menjadi petani sayur. Perbekel Desa Daup Dewa Nyoman Saliawan, Sabtu (21/10) mengungkapkan, serangan penyakit diplodia pada tanaman jeruk milik petani di desanya bukan kejadian baru. Penyakit ini sudah menyerang jeruk milik petani sejak empat tahunan lalu.

Serangan penyakit ini ditandai dengan membusuknya batang pohon yang berada di dekat akar, daun berubah menguning dan berguguran. Saat ini serangan diplodia di desanya semakin meluas.

Dari keseluruhan lahan jeruk milik petani di desanya, luas lahan jeruk yang terserang penyakit itu diperkirakan mencapai lebih dari lima puluh persen. “Di kebun saya, dari 600 pohon yang saya miliki, yang kena diplodia sudah hampir setengahnya,” ujarnya.

Menurut Dewa Saliawan, meluasnya serangan penyakit ini disebabkan karena kurangnya pemeliharaan dan perawatan tanaman jeruk oleh petani. Diakuinya, banyak petani di desanya yang enggan/kurang merawat tanaman jeruknya karena harga jual buah jeruk dalam beberapa kali masa panen kurang memuaskan.

Disamping itu, petani juga mulai enggan merawat tanaman jeruknya karena sebelumnya sempat diserang penyakit antrak. “Perawatan tanaman jeruk kan modalnya lumayan besar. Karena hasilnya tidak memuaskan dan sempat kena antrak, petani termasuk saya jadi malas merawatnya,” jelasnya.

Untuk menyembuhkan tanaman jeruk yang terserang diplodia, lanjut Dewa Saliawan itu cukup sulit dilakukan. Namun untuk mencegah penyakit itu tak semakin meluas, sesuai anjuran dinas terkait, upaya pencegahan bisa dilakukan dengan penggunaan bubur kalifornia dan penyemprotan rutin.

Dikatakan juga bahwa akibat dari serangan penyakit itu, produksi jeruk di Desa Daup kini semakin menurun. Banyak petani jeruk memilih menebang pohon jeruknya yang telah mati karena serangan diplodia dan beralih mengisi lahannya dengan tanaman sayur.

Beberapa petani ada juga yang mengulang kembali menanam pohon jeruk dengan pohon yang baru. Saat ini harga buah jeruk di tingkat petani diakui lumayan bagus yakni Rp 7 ribu-8 ribu per kilogramnya. (Dayu Swasrina/balipost)

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Facebook Desa

 Statistik

 Sinergi Program

Prodeskel SSE

 Aparatur Desa

Back Next

 Media Sosial

 Peta Desa

 Arsip Artikel

07 Agustus 2018 | 11.823 Kali
Profil Potensi Desa
08 Agustus 2018 | 10.876 Kali
Kontak Kami
07 Agustus 2018 | 9.978 Kali
Profil Wilayah Desa
07 Agustus 2018 | 9.930 Kali
Sejarah Desa Daup
07 Agustus 2018 | 9.835 Kali
Profil Masyarakat Desa
06 Agustus 2018 | 9.821 Kali
Visi dan Misi
08 Agustus 2018 | 9.814 Kali
Karang Taruna
30 Juni 2021 | 200 Kali
GERTAK VAKSINANSI DESA DAUP
10 Mei 2022 | 143 Kali
DIRGAHAYU KOTA BANGLI
28 Oktober 2019 | 256 Kali
HARI SUMPAH PEMUDA
17 Februari 2022 | 153 Kali
BULAN BAHASA BALI 2022
06 Agustus 2018 | 9.797 Kali
Badan Permusyawaratan Desa
07 Agustus 2018 | 9.978 Kali
Profil Wilayah Desa
26 Januari 2023 | 8 Kali
PENERIMAAN POLRI SIPSS TAHUN 2023

 Agenda

Belum ada agenda

 Statistik Pengunjung

  • Hari ini:436
    Kemarin:171
    Total Pengunjung:113.110
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:44.192.38.49
    Browser:Tidak ditemukan

 Komentar

 Hubungi Kami

Hubungi Kami