Artikel

SERANGAN DIPLODIA MELUAS, PETANI JERUK BERALIH TANAM SAYUR

08 November 2018 10:16:11  Administrator  134 Kali Dibaca  Berita Desa

BANGLI, BALIPOST.com – Serangan penyakit diplodia pada tanaman jeruk milik petani di Desa Daup, Kintamani kian meluas. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya produksi jeruk di desa setempat.

Saat ini sebagian petani jeruk yang merugi akibat adanya serangan penyakit diplodia, beralih menjadi petani sayur. Perbekel Desa Daup Dewa Nyoman Saliawan, Sabtu (21/10) mengungkapkan, serangan penyakit diplodia pada tanaman jeruk milik petani di desanya bukan kejadian baru. Penyakit ini sudah menyerang jeruk milik petani sejak empat tahunan lalu.

Serangan penyakit ini ditandai dengan membusuknya batang pohon yang berada di dekat akar, daun berubah menguning dan berguguran. Saat ini serangan diplodia di desanya semakin meluas.

Dari keseluruhan lahan jeruk milik petani di desanya, luas lahan jeruk yang terserang penyakit itu diperkirakan mencapai lebih dari lima puluh persen. “Di kebun saya, dari 600 pohon yang saya miliki, yang kena diplodia sudah hampir setengahnya,” ujarnya.

Menurut Dewa Saliawan, meluasnya serangan penyakit ini disebabkan karena kurangnya pemeliharaan dan perawatan tanaman jeruk oleh petani. Diakuinya, banyak petani di desanya yang enggan/kurang merawat tanaman jeruknya karena harga jual buah jeruk dalam beberapa kali masa panen kurang memuaskan.

Disamping itu, petani juga mulai enggan merawat tanaman jeruknya karena sebelumnya sempat diserang penyakit antrak. “Perawatan tanaman jeruk kan modalnya lumayan besar. Karena hasilnya tidak memuaskan dan sempat kena antrak, petani termasuk saya jadi malas merawatnya,” jelasnya.

Untuk menyembuhkan tanaman jeruk yang terserang diplodia, lanjut Dewa Saliawan itu cukup sulit dilakukan. Namun untuk mencegah penyakit itu tak semakin meluas, sesuai anjuran dinas terkait, upaya pencegahan bisa dilakukan dengan penggunaan bubur kalifornia dan penyemprotan rutin.

Dikatakan juga bahwa akibat dari serangan penyakit itu, produksi jeruk di Desa Daup kini semakin menurun. Banyak petani jeruk memilih menebang pohon jeruknya yang telah mati karena serangan diplodia dan beralih mengisi lahannya dengan tanaman sayur.

Beberapa petani ada juga yang mengulang kembali menanam pohon jeruk dengan pohon yang baru. Saat ini harga buah jeruk di tingkat petani diakui lumayan bagus yakni Rp 7 ribu-8 ribu per kilogramnya. (Dayu Swasrina/balipost)

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Facebook Desa

Statistik Penduduk

Sinergi Program

Prodeskel SSE

Aparatur Desa

Back Next

Info Media Sosial

Peta Desa

Arsip Artikel

07 Agustus 2018 | 11.627 Kali
Profil Potensi Desa
07 Agustus 2018 | 9.781 Kali
Profil Wilayah Desa
07 Agustus 2018 | 9.693 Kali
Sejarah Desa Daup
08 Agustus 2018 | 9.667 Kali
Kontak Kami
07 Agustus 2018 | 9.663 Kali
Profil Masyarakat Desa
06 Agustus 2018 | 9.653 Kali
Visi dan Misi
08 Agustus 2018 | 9.651 Kali
Karang Taruna
26 Agustus 2020 | 132 Kali
Bantuan Tunai Langsung ( BLT ) Tahap V
22 Februari 2021 | 105 Kali
Penyerahan BLT DD Bulan Januari 2021
23 Juni 2018 | 132 Kali
Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
08 Agustus 2018 | 9.637 Kali
LPM
18 Juli 2019 | 126 Kali
PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP ( PTSL) 2019
07 Oktober 2019 | 125 Kali
PESTA DEMOKRASI DESA DAUP
28 Oktober 2019 | 131 Kali
HARI SUMPAH PEMUDA

Agenda

Belum ada agenda

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:102
    Kemarin:67
    Total Pengunjung:71.325
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.236.50.79
    Browser:Tidak ditemukan

Komentar Terbaru

Hubungi Kami

Hubungi Kami